Sejarah Indonesia
Nama: Michael Brasco FL
No:25
Kelas: X MM/10 Multimedia
Sejarah Dikelompokan Menjadi 3 Yaitu
-Sejarah Menurut Etimologi
-Sejarah Menurut Analisis
-Sejarah Menurut Terminologi
Sejarah Menurut Etimologi Adalah Bersifat Dari Bahasa Arab "Syarajaratun" Yang Artinya Pohon.
Sejarah Menurut Terminologi Adalah Sejarah Yang Sesuai Dengan Pemikiran Manusia/Pemikiran Para Ahli.
Pengertian Sejarah Dibagi Menjadi 6 Yaitu:
A.Sejarah Menurut Konsep Kronologis
Kronologi dalam sejarah adalah ilmu yang mempelajari waktu atau sebuah kejadian yang terjadi pada waktu tertentu. kronologi juga merupakan penentuan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah.
B.Sejarah Menurut Konsep Diakronik
Konsep Diakronis Dalam Sejarah. Harian Sejarah - Definisi diakronis dalam sejarah adalah memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. ... Berbeda dengan Sinkronis dimana sejarah diceritakan dengan menekankan pemaham keadaan suatu peristiwa sejarah secara tidak kronologis
C.Sejarah Menurut Konsep Sinkronik
Konsep sinkronik dan diakronik. Kata sinkronik, berasal dari bahasa Yunani yaitu syn yang berarti dengan, dan chronoss yang berarti waktu. ... 1) Mengkaji peristiwa sejarah yang terjadi pada masa tertentu. 2) Menitikberatkan kajian peristiwa pada pola-pola, gejala, dan karakter.
D.Sejarah Menurut Konsep Ruang Dan Waktu
Konsep Ruang dalam Memelajari Sejarah. ... Penelaahan sautu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut. c. Jika waktu menitikberatkan pada aspek kapan peristiwa ituterjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat, di mana peristiwaitu terjadi.
Konsep waktu dalam Sejarah adalah konsep dasar, diman setiap peristiwaSejarah memiliki unsur waktu kapan peristiwa sejarah tersebut terjadi. Dalamdimensi waktu, peristiwa sejarah adalah sebuah proses, dimana terjadi perubahan seiing dengan berjalannya waktu.
E.Sejarah Menurut Konsep Perubahan
Membandingkan 2 Peristiwa Atau Lebih,Contoh: Pesawat Yang Diciptakan Oleh Weight Bester Untuk 1 Pax Tetapi Pesawat Yang Diciptakan B.J Habibie Lebih Dari 1 Pax
F.Sejarah Menurut Konsep Keberlanjutan
Sebuah Peristiwa Kekuasaan Akan Mewariskan Kebudayaan,Agama,Kebiasaan,Arsitek,Upacara Adat.Contoh: Kekuasaan Wangsa Syailendra Mewariskan Agama Hindu
Menganalisis Kehidupan Manusia Purba Dan Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia (Melanosoid) Dan Deutro Melayu
A.Perkembangan Bumi Dari Munculnya Makhluk Hidup
Advertisement
Daerah kepulauan di Asia bagian selatan ini oleh Geldern dinamai dengan sebutan Austronesia yang berarti pulau selatan (Austro = Selatan, Nesos = Pulau). Austronesia sendiri mencakup wilayah yang amat luas, meliputi pulau-pulau di Malagasi atau Madagaskar (sebelah Selatan) hingga Pulau Paskah(sebelah Timur), dan dari Taiwan (sebelah Utara) hingga Selandia Baru (sebelah Selatan).
Pendapat Von Heine Geldern ini dilatarbelakangi oleh penemuan banyak peralatan manusia purba masa lampau yang berupa batu beliung berbentuk persegi di seluruh wilayah Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Peralatan manusia purba ini sama persis dengan peralatan manusia purba di wilayah Asia lainnya seperti Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja terutama di sekitar wilayah Yunan.
Advertisement
Nah, itulah artikel tentang asal usul nenek moyang Indonesia yang kami berhasil rangkum dari beberapa sumber. Sebagai kesimpulan kami telah mengambil poin-poin penting dari pembahasan ini yang antara lain:
Advertisement
Selain itu, teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia karena peran serta golongan Brahmana juga didukung oleh kebiasaan ajaran Hindu. Seperti diketahui bahwa ajaran Hindu yang utuh dan benar hanya boleh dipahami oleh para Brahmana. Pada masa itu, hanya orang-orang golongan Brahmana-lah yang dianggap berhak menyebarkan ajaran Hindu. Para Brahmana diundang ke Nusantara oleh para kepala suku untuk menyebarkan ajarannya pada masyarakatnya yang masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme.
Advertisement
Karena pada saat itu pelayaran sangat bergantung pada musim angin, maka dalam beberapa waktu mereka akan menetap di kepulauan Nusantara hingga angin laut yang akan membawa mereka kembali ke India berhembus. Selama menetap, para pedagang India ini juga melakukan dakwahnya pada masyarakat lokal Indonesia.
Nah, demikianlah beberapa teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia beserta bukti-bukti sejarahnya. Dari kelima teori tersebut, teori Brahmana yang dikemukakan oleh Jc.Van Leur dianggap sebagai teori terkuat karena ditunjang oleh bukti-bukti yang nyata. Demikian semoga bermanfaat.
No:25
Kelas: X MM/10 Multimedia
Sejarah Dikelompokan Menjadi 3 Yaitu
-Sejarah Menurut Etimologi
-Sejarah Menurut Analisis
-Sejarah Menurut Terminologi
Sejarah Menurut Etimologi Adalah Bersifat Dari Bahasa Arab "Syarajaratun" Yang Artinya Pohon.
Sejarah Menurut Terminologi Adalah Sejarah Yang Sesuai Dengan Pemikiran Manusia/Pemikiran Para Ahli.
Pengertian Sejarah Dibagi Menjadi 6 Yaitu:
A.Sejarah Menurut Konsep Kronologis
Kronologi dalam sejarah adalah ilmu yang mempelajari waktu atau sebuah kejadian yang terjadi pada waktu tertentu. kronologi juga merupakan penentuan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah.
B.Sejarah Menurut Konsep Diakronik
Konsep Diakronis Dalam Sejarah. Harian Sejarah - Definisi diakronis dalam sejarah adalah memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang. ... Berbeda dengan Sinkronis dimana sejarah diceritakan dengan menekankan pemaham keadaan suatu peristiwa sejarah secara tidak kronologis
C.Sejarah Menurut Konsep Sinkronik
Konsep sinkronik dan diakronik. Kata sinkronik, berasal dari bahasa Yunani yaitu syn yang berarti dengan, dan chronoss yang berarti waktu. ... 1) Mengkaji peristiwa sejarah yang terjadi pada masa tertentu. 2) Menitikberatkan kajian peristiwa pada pola-pola, gejala, dan karakter.
D.Sejarah Menurut Konsep Ruang Dan Waktu
Konsep Ruang dalam Memelajari Sejarah. ... Penelaahan sautu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut. c. Jika waktu menitikberatkan pada aspek kapan peristiwa ituterjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat, di mana peristiwaitu terjadi.
Konsep waktu dalam Sejarah adalah konsep dasar, diman setiap peristiwaSejarah memiliki unsur waktu kapan peristiwa sejarah tersebut terjadi. Dalamdimensi waktu, peristiwa sejarah adalah sebuah proses, dimana terjadi perubahan seiing dengan berjalannya waktu.
E.Sejarah Menurut Konsep Perubahan
Membandingkan 2 Peristiwa Atau Lebih,Contoh: Pesawat Yang Diciptakan Oleh Weight Bester Untuk 1 Pax Tetapi Pesawat Yang Diciptakan B.J Habibie Lebih Dari 1 Pax
F.Sejarah Menurut Konsep Keberlanjutan
Sebuah Peristiwa Kekuasaan Akan Mewariskan Kebudayaan,Agama,Kebiasaan,Arsitek,Upacara Adat.Contoh: Kekuasaan Wangsa Syailendra Mewariskan Agama Hindu
Menganalisis Kehidupan Manusia Purba Dan Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia (Melanosoid) Dan Deutro Melayu
A.Perkembangan Bumi Dari Munculnya Makhluk Hidup
Para ilmuwan meyakini asal mula terbentuknya alam semesta (termasuk bumi) adalah terjadinya BIGBANG (ledakakn Dahsyat) sekitar 13,7 miliyar juta tahun yang lalu. ledakan ini mengeluarkan materi yang jumlahnya sangat banyak. kemudian materi-materi ini mengisi alam semesta ini dalam bentuk bintang, planet, debu kosmis,meteor,energi dan partikel lainnya
Menurut teori geologi,yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi secara keseluruhan, proses perkembangan bumi dibagi menjadi empat tahapan masa. yaitu :
a). Masa Arkhaekum
Masa ini merupakan masa yang paling tertua. pada masa ini belum ada tanda-tanda kehidupan karna tempratur bumi ini masih sangat panas sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan.
b). Masa Paleozoikum
Pada masa ini kondisi bumi sudah mulai stabil dan secara menyeluruh sudah mulai terlihat tanda-tanda kehidupan berupa makkhluk bersel satu yang dikenal dengan nama mikroorganisme, hewan sejenis ikan tak berahang (trilonta), hewan amfibi (binatang yang hidup didua tempat) dan beberapa jenis tumbuhan ganggang. oleh sebab itu masa ini dinamakan masa PRIMER (zaman kehidupan pertama)
c). Masa Mesozoikum
Bisa juga dinamakan zaman SEKUNDER (zaman kehidupan kedua) pada masa ini mulai uncuul hewan bertubuh besar, seperti gajah purba (marmut), hewan rwptil, dan dinasaurus, dan juga enjelang berakhirnya masa ini mulai muncul berbagai jenis burung, dan binatang menyusui (mamalia)
d). Masa Nesozoikum
Masa ini dibedakan menjadi dua zaman yaitu :
1). Zaman Tersier
Zaman ini berlangsung sekitar 60 tahun yang lalu. hal yang terpenting adalah munculnya jenis primata seperti kera
2). Zaman Kuarter
Zaman ini dibagi menjadi dua kala, Yaitu kala Pleistosen / Divilium dan kala Holosen/Aluvium. pada kala Pleistosen diperkirakan anusia purba mulai muncul dan kala Holosen manusia telah berkembang menjadi lebih sempurna yaitu jenis Homo sapiens dengan ciri-ciri seperti manusia sekarang
2. Perkembangan Makhluk Hidup
*Teori Harol Urey
Hidup terjadi pertama kali diudara (atosfer). Atmosfer terbentuk karna adanya molekul-molekul CH4,NH4,Dan H2O dan karna adanya loncatan listrik akibat halilintar dan sinar kosmik, terjadilah asam amino yang meyakinkan adanya kehidupan
*Teori Charles Darwin
Semua kehidupan memiliki leluhur yang sama, sejarah kehidupan dibumi di miripkan sebuah pohon besar yang awalnya adalh batang tunggal berupa sel-sel pertama yang sederhana, spesies-spesies baru yang bercabang dari batang tunggal dan terbagi menjadi dahn-dahn atau family tumbuhan dan binatang yang hidup sekarang, salah satu spesies binatang yaitu kelompok mamalia, berevolusi menjadi “binatang yang berakal budi” manusia
proses evolusi, yaitu proses yang berlangsung dalam kurun waktu yang sangat panjang bahkan hingga utaan tahun, dalam proses ini terjadi apa yang disebut sistem seleksi alam dimana makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan lingkungan nyalah yang bertahan hidup dan berkembang
*Teori Kreasionisme
Mengatakan bahwa kemunculan tiba-tiba atau seketika itulah yang disebut penciptaan oleh tuhan. perkembangan makhluk hidup itu bertahap dari waktu kewaktu. salah satu bukti dengan ditemukannya berbagai fosil manusia purba, serta bintang serta tumbuhan purba dan ada juga bukti lain nya. misalnya : adanya variasi dalam satu spesies (artinya spesiesnya sama tapi tidak identik), dengan adanya organ tubuh manusia yang tidak berguna namun masih dijumpai seperti usus buntu,tulang ekor,rambut pada dada dan lain lainnya
3.Terbentuknya Kepulauan Indonesia
Proses Terbentuknya Kepulauan Indonesia
Struktur wilayah di planet Bumi terbagi menjadi dua, yaitu daratan dan lautan. Hampir 70 persen luasnya merupakan lautan dan sisanya adalah daratan yang berupa benua dan pulau-pulau. Indonesia merupakan wilayah yang terdapat di salah satu benua di dunia ini, yaitu terletak di benua Asia. Menurut Nur (2010), Kepulauan Indonesia merupakan kepulauan yang istimewa karena kaya akan sumberdaya kebumian dan sering disebut pula dengan “untaian jamrud khatulistiwa”. Secara astronomis Kepulauan Indonesia berada pada suatu wilayah dengan posisi garis Lintang Bumi 07˚ LU – 12˚ LS dan posisi garis Bujur Bumi 95˚ BT – 141˚ BT.
Selain itu, Secara geologis Kepulauan Indonesia berada pada jalur penumjaman lempeng bumi, seperti penunjaman Lempeng Samudra Indo-Australia dengan Lempeng Benua Eurasia yang memanjang dari pantai barat Sumatera hingga pantai selatan Jawa terus ke timur sampai Nusa Tenggara. Adanya proses penunjaman ini Kepulauan Indonesia terdapat deretan gunung api terutama dari Sumatera, Jawa hingga Nusa Tenggara. Keterdapatan deretan gunung api tersebut memberikan keuntungan bahwa tanah di sekitarnya akan menjadi subur dan produktif. Namun juga adanya gunung api yang masih aktif tersebut bahaya letusan gunung api juga harus diwaspadai.
Selain itu bahaya banjir lahar dingin terutama pada musim hujan juga tidak boleh dilupakan. Jalur penunjaman lempeng bumi di wilayah Kepulauan Indonesia merupakan jalur penyebab gempa tektonik yang mana bersifat regional dan umumnya kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Jalur gempa tersebut secara geologis berdampingan dengan jalur gempa bumi.
Pembentukan benua yang terjadi di planet Bumi oleh beberapa ahli geologis dibedakan menjadi dua, yaitu:
- Teori Continental Drift (pergerakan kontinen atau benua). Menurut teori continental drift, pada saat awal pembentukan benua, dahulunya enam benua yang ada di bumi menjadi satu benua yang utuh. Kemudian, lama kelamaan benua yang menjadi satu tersebut mengalami pergeseran atau pergerakan akibat formasi atau pembentukan susunan dasar bumi dan menyebabkan benua tersebut memisahkan diri satu sama lain hingga sekarang menjadi enam benua yang terpisahkan oleh lautan dan samudera.
- Teori Plate-Tectonics (lempeng tektonik), pembentukan benua yang ada di bumi disebabkan oleh adanya pergerakan jalur lempengan yang ada di dasar permukaan bumi akibat dari pergerakan aktif sejumlah gunung berapi yang ada di bumi dimana pergerakan aktif gunung berapi ini menyebabkan adanya gempa tektonik dengan magnitude yang besar dan dahsyat sehingga membelah beberapa daratan menjadi beberapa benua.
Dalam kesempatan kali ini, penjelasan berikut ini mengulas tentang sejarah proses pembentukan kepulauan Indonesia dari sejumlah sudut pandang yang ada, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut ini:
1. Proses Geologis
Pembentukan kepulauan Indonesia dapat dijelaskan dari proses geologis yang terjadi pada saat proses pembentukan alam, yaitu proses endogen dan eksogen. Tenaga endogen adalah proses pembentukan alam yang bersumber dari aktifitas dinamik bumi. Aktifitas ini menyebabkan adanya deformasi kerak bumi yang mengakibatkan adanya formasi daratan akibat daya yang maha dahsyat sehingga sejumlah pulau di Indonesia terpisah antara satu sama lain. Gerak endogen ini dapat diketahui dari adanya letusan gunung berapi dan gempa bumi.
Kedua aktifitas ini menimbulkan adanya goncangan dan pensesaran pada permukaan daratan atau pulau yang menyebabkan adanya peristiwa longsor di daerah yang memiliki tingkat kecuraman yang tinggi dengan keadaan batuan yang tidak terkonsolidasi dengan baik. Sedangkan gaya eksogen merupakan proses pembentukan alam yang bersumber dari luar permukaan bumi. Gaya atau tenaga eksogen ini meliputi iklim, hujan, angin, dan perubahan temperature batuan yang mengalami pelapukan atau mengalami proses geomorfologi.
2. Proses Tektonik Lempeng
Menurut pengertian tektonik lempeng, semua kerak bumi merupakan suatu lempeng yang bersifat kaku terhadap satu dengan lainnya di atas suatu cairan yang plastis dimana masing-masing lempeng tersebut bergerak menjauh dari pusatnya sehingga terjadinya kemunculanyang berada di tengah samudera atau dengan kata lain mid oceanic ridge dan kemudian menyusup ke bawah lempeng lainnya melalui suatu jalur pembengkokan atau subduction zone atau bergeser terhadap lempeng lainnya dengan dibatasi oleh sesar mendatar atau transfault form dengan kecepatan relatif 10 cm/th. Sehingga proses pembentukan kepulauan Indonesia dapat terlihat pada pemunculan beberapa pulau yang ada di sepanjang Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
3. Proses Tektonik Kepulauan
Kepulauan Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan tektonik kepulauan yang berasal dari proses lempeng tektonik. Berdasarkan klasifikasinya, kepulauan Indonesia terbentuk dari tiga hasil pergerakan lempeng besar, yaitu lempeng Pasifik di sebelah barat, lempeng samudera Hindia di sebelah selatan dan lempeng Asia di sebelah utara. Aktifitas lempeng besar tersebut telah terjadi sejak zaman Neogen atau sekitar 50 juta tahun yang lalu dan hingga sekarang ketiga lempeng tersebut masih aktif yang seringkali menyebabkan adanya guncangan gempa bumi yang berskala ringan hingga berat.
Maka dari penjelasan di atas, kepulauan Indonesia terletak pada jalur lempeng samudera dan benua dimana lempeng-lempeng tersebut beraktifitas layaknya ban berjalan atau convetor belt dan lempeng-lempeng tersebut dipisahkan oleh adanya suatu batas lempeng yang sifat pergerakannya adalah konvergen atau saling bertumbukan dan divergen atau sebar pisah. Akibat dari aktifitas lempeng tersebut maka tidak mengherankan jika kepulauan Indonesia sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi dimana dari dua aktifitas alam ini menyebabkan beberapa hal, yaitu:
- Terbentuknya pulau-pulau baru;
- Adanya deformasi atau perubahan struktur geomorfologi di sejumlah wilayah Indonesia;
- Adanya likuifaksi (tanah ambles) dan pergeseran tanah; dan
- Adanya perubahan topografi permukaan wilayah di Indonesia.
Beberapa daerah rawan gempa di Indonesia dan letusan gunung berapi diantaranya adalah Pulau Krakatau, Pulau Alor, Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, Pulau Jawa-Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur karena pulau tersebut berada di jalur aktif lempeng bumi dan jalur pegunungan berapi. Maka, proses pendidikan tentang mitigasi bencana di Indonesia perlu ditingkatkan dan dibudidayakan dengan jalan sosialisasi formal
Asal-Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Banyak pendapat yang bermunculan terkait dengan dari mana sejatinya asal usul nenek moyang bangsa Indonesia. Para ahli sejarah saling mengeluarkan argumenya disertai dalih pembenaran dari dugaannya masing-masing. Kendati begitu banyak pendapat tersebut, ada satu pendapat yang nampaknya memiliki bukit dan dasar pemikiran paling kuat. Dan pendapat tersebut berasa dari seorang sejarahwan asal Belanda, yaitu Von Heine Geldern.
Migrasi Besar-besaran ke Austronesia
Berdasarkan penelitiannya Von Heine Geldern berargumen jika asal usul nenek moyang bangsa Indonesiaberasal dari Asia Tengah. Diterangkan olehnya bahwa semenjak tahun 2.000 SM sampai dengan tahun 500 SM (dari zaman batu Neolithikum hingga zaman Perunggu) telah terjadi migrasi penduduk purba dari wilayah Yunan (China Selatan) ke daerah-daerah di Asia bagian Selatan termasuk daerah kepulauan Indonesia. Perpindahan ini terjadi secara besar-besaran diperkirakan karena adanya suatu bencana alam hebat atau adanya perang antar suku bangsa.
Daerah kepulauan di Asia bagian selatan ini oleh Geldern dinamai dengan sebutan Austronesia yang berarti pulau selatan (Austro = Selatan, Nesos = Pulau). Austronesia sendiri mencakup wilayah yang amat luas, meliputi pulau-pulau di Malagasi atau Madagaskar (sebelah Selatan) hingga Pulau Paskah(sebelah Timur), dan dari Taiwan (sebelah Utara) hingga Selandia Baru (sebelah Selatan).
Pendapat Von Heine Geldern ini dilatarbelakangi oleh penemuan banyak peralatan manusia purba masa lampau yang berupa batu beliung berbentuk persegi di seluruh wilayah Indonesia meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Peralatan manusia purba ini sama persis dengan peralatan manusia purba di wilayah Asia lainnya seperti Myanmar, Vietnam, Malaysia, dan Kamboja terutama di sekitar wilayah Yunan.
Pendapat Von Heine Geldern juga didukung oleh hasil penelitian Dr. H. Kern di tahun 1899 yang membahas seputar 113 bahasa daerah di Indonesia. Dari penelitian itu Dr. H. Kern menyimpulkan bahwa ke semua bahasa daerah tersebut awalnya bersumber pada satu rumpun bahasa, rumpun bahasa yang dinamai bahasa Austronesia.
Migrasi manusia purba dari daratan Yunan menurut Geldern bukan hanya terjadi satu kali. Ia menyebut gelombang migrasi terjadi juga di tahun 400 – 300 SM (zaman Perunggu). Orang-orang purba yang bermigrasi tersebut membawa bentuk-bentuk kebudayaan Perunggu seperti kapak sepatu dan nekara yang berasal dari dataran Dong Son.
Migrasi manusia purba dari daratan Yunan menurut Geldern bukan hanya terjadi satu kali. Ia menyebut gelombang migrasi terjadi juga di tahun 400 – 300 SM (zaman Perunggu). Orang-orang purba yang bermigrasi tersebut membawa bentuk-bentuk kebudayaan Perunggu seperti kapak sepatu dan nekara yang berasal dari dataran Dong Son.
Menyeberangi Lautan Dengan Perahu Bercadik
Setelah diketahui jika asal usul nenek moyang bangsa Indonesia adalah dari daratan Yunan, kini saatnya kita membahas bagaimana nenek moyang kita tadi bisa sampai di kepulauan Indonesia.

Ya, berdasarkan bukti sejarah, diketahui bahwa untuk menyeberangi lautan dari daratan Asia Tenggara seperti Malaysia dan sekitarnya, nenek moyang kita menggunakan alat transportasi berupa perahu bercadik. Perahu bercadik sendiri adalah perahun yang memiliki tangkai kayu di kedua sisinya sebagai alat penyeimbang. Untuk ilustrasi perahu bercadiknya sendiri, Anda dapat melihat pada gambar di bawah ini.
Dengan bermodalkan perahu bercadik itu, nenek moyang kita mengarungi lautan yang luas untuk sampai ke kepulauan Indonesia dan pulau-pulau lain di Austronesia. Mereka berlayar berkelompok tanpa kenal rasa takut dengan hantaman badai dan ombak yang bisa datang kapan saja. Hal ini tentu membuktikan jika nenek moyang bangsa Indonesia adalah para pemberani dan merupakan pelaut-pelaut berjiwa ksatria. Dan dengan perjalanan penuh rintangan itu, akhirnya nenek moyang kita sampai ke beberapa pulau di Indonesia. Mereka pun secara langsung memperoleh sebutan Melayu Indonesia.
Ya, berdasarkan bukti sejarah, diketahui bahwa untuk menyeberangi lautan dari daratan Asia Tenggara seperti Malaysia dan sekitarnya, nenek moyang kita menggunakan alat transportasi berupa perahu bercadik. Perahu bercadik sendiri adalah perahun yang memiliki tangkai kayu di kedua sisinya sebagai alat penyeimbang. Untuk ilustrasi perahu bercadiknya sendiri, Anda dapat melihat pada gambar di bawah ini.
Dengan bermodalkan perahu bercadik itu, nenek moyang kita mengarungi lautan yang luas untuk sampai ke kepulauan Indonesia dan pulau-pulau lain di Austronesia. Mereka berlayar berkelompok tanpa kenal rasa takut dengan hantaman badai dan ombak yang bisa datang kapan saja. Hal ini tentu membuktikan jika nenek moyang bangsa Indonesia adalah para pemberani dan merupakan pelaut-pelaut berjiwa ksatria. Dan dengan perjalanan penuh rintangan itu, akhirnya nenek moyang kita sampai ke beberapa pulau di Indonesia. Mereka pun secara langsung memperoleh sebutan Melayu Indonesia.
Pembagian Bangsa Melayu Indonesia
Sebutan Melayu Indonesia bagi orang-orang Austronesia secara umum berlaku untuk semua dari mereka yang menetap di wilayah Nusantara. Akan tetapi, berdasarkan waktu kedatangan, serta daerah yang pertama kali ditempati Bangsa Melayu Indonesia ini dapat dibedakan menjadi 3 sub bangsa yang antara lain bangsa proto melayu, bangsa deutro melayu, dan bangsa primitif. Berikut penjelasan dari masing-masing sub bangsa tersebut:
1. Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua)
Bangsa proto melayu atau Melayu Tua adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang Austronesia yang pertama kali datang ke nusantara pada gelombang pertama (sekitar tahun 1500 SM). Bangsa porto melayu memasuki wilayah Indonesia melalui dua jalur, yaitu (1) Jalur Barat melalui Malaysia–Sumatera dan (2) Jalur Utara atau Timur melalui Philipina–Sulawesi. Bangsa Melayu Tua ini dianggap memiliki kebudayaan yang lebih maju dibandingkan manusia purba umumnya pada masa itu. Ini dibuktikan dengan penemuan bukti kebudayaan neolithikum telah berlaku dengan hampir semua peralatan mereka terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
Hasil kebudayaan zaman neolithikum dari orang-orang Austronesia yang terkenal yaitu kapak persegi. Kapak persegi sendiri banyak ditemukan di wilayah Indonesia Barat yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi Utara. Dan perlu diketahui bahwa suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan Proto Melayu ialah suku Dayak dan Toraja.
Hasil kebudayaan zaman neolithikum dari orang-orang Austronesia yang terkenal yaitu kapak persegi. Kapak persegi sendiri banyak ditemukan di wilayah Indonesia Barat yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Bali, dan Sulawesi Utara. Dan perlu diketahui bahwa suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan Proto Melayu ialah suku Dayak dan Toraja.
2. Bangsa Deutero Melayu (Melayu Muda)
Bangsa Deutro Melayu atau bangsa melayu muda adalah nenek moyang bangsa Indonesia yang merupakan orang-orang austronesia yang datang ke nusantara pada gelombang kedatangan kedua, yakni pada kurun waktu 400-300 SM. Bangsa melayu muda (Deutero Melayu) berhasil melakukan asimilsasi dengan para pendahulunya yang tak lain adalah bangsa melayu tua (proto melayu).
Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, diketahui bahwa Bangsa Deutero Melayu masuk ke wilayah nusantara melalui jalur Barat, di mana rute yang mereka tempuh dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Nusantara. Bangsa Melayu Tua juga dianggap mempunyai kebudayaan yang jauh lebih maju dibandingkan pendahulunya, bangsa Proto Melayu. Mereka sudah berhasil membuat barang-barang dari perunggu dan besi, di ana beberapa diantaranya antara lain kapak serpatu, kapak corong, dan nekara, serta menhir, dolmen, sarkopagus, kubur batu, dan punden berundak-undak. Suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan bangsa Melayu muda adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.

Berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan, diketahui bahwa Bangsa Deutero Melayu masuk ke wilayah nusantara melalui jalur Barat, di mana rute yang mereka tempuh dari Yunan (Teluk Tonkin), Vietnam, Malaysia, hingga akhirnya tiba di Nusantara. Bangsa Melayu Tua juga dianggap mempunyai kebudayaan yang jauh lebih maju dibandingkan pendahulunya, bangsa Proto Melayu. Mereka sudah berhasil membuat barang-barang dari perunggu dan besi, di ana beberapa diantaranya antara lain kapak serpatu, kapak corong, dan nekara, serta menhir, dolmen, sarkopagus, kubur batu, dan punden berundak-undak. Suku bangsa Indonesia saat ini yang termasuk keturunan bangsa Melayu muda adalah suku Jawa, Melayu, dan Bugis.
3. Bangsa Primitif
Sebetulnya, sebelum kelompok bangsa Austronesia masuk ke wilayah Nusantara, sudah ada beberapa kelompok manusia purba yang sudah lebih daulu menempati wilayah tersebut. Mereka adalah bangsa-bangsa primitif dengan budaya yang sangat sederhana. Mereka di antaranya adalah manusia pleistosin, suku wedoid, dan suku negroid.
- Manusia Pleistosin; Kehidupan manusia purba ini selalu berpindah tempat dengan kemampuan yang sangat terbatas. Demikian juga dengan kebudayaannnya sehingga corak kehidupan manusia purba ini tidak dapat diikuti lagi, kecuali beberapa aspek saja.
- Suku Wedoid; Sisa-sisa suku Wedoid hingga kini masih ada dan dapat kita temukan. Mereka hidup meramu dan mengumpulkan makanan dari hasil hutan dan memiliki kebudayaan yang sangat sederhana. Suku Sakai di Siak dan suku Kubu di perbatasan Jambi dan Palembang adalah dua contoh peninggalan Suku Wedoid di masa kini.
- Suku Negroid; Di Indonesia sudah tidak terdapat lagi sisa-sisa kehidupan suku negroid. Namun, di pedalaman Malaysia dan Philipina, keturunan suku ini rupanya masih ada Suku Semang di Semenanjung Malaysia dan Suku Negrito di Philipina merupakan bukti nyatanya.
Nah, itulah artikel tentang asal usul nenek moyang Indonesia yang kami berhasil rangkum dari beberapa sumber. Sebagai kesimpulan kami telah mengambil poin-poin penting dari pembahasan ini yang antara lain:
- Asal usul nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa dari daratan Yunan di China Selatan.
- Nenek moyang bangsa Indonesia dan nenek moyang bangsa lainnya di asia selatan berasal dari satu sumber yaitu bangsa Austronesia.
- Kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia dari daratan Yuan terbagi menjadi 2 gelombang, yaitu gelombang pertama atau proto Melayu yang datang pada zaman batu tua (Neolitikum) dan gelombang kedua atau Deutro Melayu yang datang pada zaman perunggu.
- Terdapat beberapa kelompok manusia yang sudah menempati wilayah Indonesia jauh sebelum kedatangan bangsa Austronesia. Beberapa bangsa tersebut antara lain Manusia Pleistosin, Suku Wedoid, dan Suku Negroid. Ketiga suku tersebut juga merupakan bagian dari asal usul nenek moyang bangsa Indonesia yang tak bisa disisihkan.
Proses Masuknya Hindu-Budha Ke Indonesia
Teori Masuknya Hindu Budha Ke Indonesia
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang dikemukakan para ahli sejarah umumnya terbagi menjadi 2 pendapat.- Pendapat pertama menyebutkan bahwa dalam proses masuknya kedua agama ini, bangsa Indonesia hanya berperan pasif. Bangsa Indonesia dianggap hanya sekedar menerima budaya dan agama dari India. Ada 3 teori yang menyokong pendapat ini yaitu teori Brahmana, teori Waisya, dan teori Ksatria.
- Pendapat kedua menyebutkan bahwa banga Indonesia juga bersifat aktif dalam proses penerimaan agama dan kebudayaan Hindu Budha. Dua teori yang menyokong pendapat ini adalah teori arus balik dan teori Sudra.
1. Teori Brahmana oleh Jc.Van Leur
Teori Brahmana adalah teori yang menyatakan bahwa masuknya Hindu Budha ke Indonesia dibawa oleh para Brahmana atau golongan pemuka agama di India. Teori ini dilandaskan pada prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Hindu Budha di Indonesia pada masa lampau yang hampir semuanya menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Saksekerta. Di India, aksara dan bahasa ini hanya dikuasai oleh golongan Brahmana.Selain itu, teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia karena peran serta golongan Brahmana juga didukung oleh kebiasaan ajaran Hindu. Seperti diketahui bahwa ajaran Hindu yang utuh dan benar hanya boleh dipahami oleh para Brahmana. Pada masa itu, hanya orang-orang golongan Brahmana-lah yang dianggap berhak menyebarkan ajaran Hindu. Para Brahmana diundang ke Nusantara oleh para kepala suku untuk menyebarkan ajarannya pada masyarakatnya yang masih memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme.
2. Teori Waisya oleh NJ. Krom
Teori Waisya menyatakan bahwa terjadinya penyebaran agama Hindu Budha di Indonesia adalah berkat peran serta golongan Waisya (pedagang) yang merupakan golongan terbesar masyarakat India yang berinteraksi dengan masyarakat nusantara. Dalam teori ini, para pedagang India dianggap telah memperkenalkan kebudayaan Hindu dan Budha pada masyarakat lokal ketika mereka melakukan aktivitas perdagangan.3. Teori Ksatria oleh C.C. Berg, Mookerji, dan J.L. Moens
Dalam teori Ksatria, penyebaran agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia pada masa lalu dilakukan oleh golongan ksatria. Menurut teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia satu ini, sejarah penyebaran Hindu Budha di kepulauan nusantara tidak bisa dilepaskan dari sejarah kebudayaan India pada periode yang sama. Seperti diketahui bahwa di awal abad ke 2 Masehi, kerajaan-kerajaan di India mengalami keruntuhan karena perebutan kekuasaan. Penguasa-penguasa dari golongan ksatria di kerajaan-kerajaan yang kalah perang pada masa itu dianggap melarikan diri ke Nusantara. Di Indonesia mereka kemudian mendirikan koloni dan kerajaan-kerajaan barunya yang bercorak Hindu dan Budha. Dalam perkembangannya, mereka pun kemudian menyebarkan ajaran dan kebudayaan kedua agama tersebut pada masyarakat lokal di nusantara.4. Teori Arus Balik (Nasional) oleh F.D.K Bosch
Teori arus balik menjelaskan bahwa penyebaran Hindu Budha di Indonesia terjadi karena peran aktif masyarakat Indonesia di masa silam. Menurut Bosch, pengenalan Hindu Budha pertama kali memang dibawa oleh orang-orang India. Mereka menyebarkan ajaran ini pada segelintir orang, hingga pada akhirnya orang-orang tersebut tertarik untuk mempelajari kedua agama ini secara langsung dari negeri asalnya, India. Mereka berangkat dan menimba ilmu di sana dan sekembalinya ke Indonesia, mereka kemudian mengajarkan apa yang diperolehnya pada masyarakat Nusantara lainnya.5. Teori Sudra oleh van Faber
Teori Sudra menjelaskan bahwa penyebaran agama dan kebudayaan Hindu Budha di Indonesia diawali oleh para kaum sudra atau budak yang bermigrasi ke wilayah Nusantara. Mereka menetap dan menyebarkan ajaran agama mereka pada masyarakat pribumi hingga terjadilah perkembangan yang signifikan terhadap arah kepercayaan mereka yang awalnya animisme dan dinamisme menjadi percaya pada ajaran Hindu dan Budha.Nah, demikianlah beberapa teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia beserta bukti-bukti sejarahnya. Dari kelima teori tersebut, teori Brahmana yang dikemukakan oleh Jc.Van Leur dianggap sebagai teori terkuat karena ditunjang oleh bukti-bukti yang nyata. Demikian semoga bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar